BPMPT Selenggarakan Workshop Kegiatan Penguatan Koordinasi Penanaman Modal Instansi Pemerintah Dan Dunia Usaha

Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) KSB selenggarakan Worskshop, bertempat di Grand Royal Hotel Taliwang. Rabu/21/05/. Kegiatan tersebut berlangsung selama 1 hari yang melibatkan unsur Pemerintah, dan perwakilan para pelaku usaha di bidang Investasi. Terdapat sebanyak 15 perwakilan dari unsur Pemerintah Daerah, 25 orang dari unsur dunia usaha, 5 orang dari unsur UMKM/koperasi dan 5 orang dari unsur BUMN/BUMD. Dari keseluruhan jumlah peserta sebanyak 50 orang adalah referesentasi dari dunia usaha dan investor yang ada di KSB. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Propinsi NTB L.Bayu Windia.

Dalam sambutan pembukaan Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Tepadu (BPMPPT) Kabupaten Sumbawa Barat, Drs. Hajamuddin,MM menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan koordinasi secara berkesinambugan dan terencana dengan baik. Ini tentunya perlu adanya keterlibatan semua unsur penopang guna terciptanya iklam investasi yang kondusif, promotif, memberikan kepastian hukum, keadilan dan efisiensi yang berdampak pada peningkatan penanaman di Kabupaten Sumbawa Barat. Untuk itu wokshop yang melibatkan 50 peserta yang berasal dari berbagai unsur dunia usaha tersebut, adalah sebagai upaya untuk membangun koordinasi agar dalam berinvestasi dan penanaman modal haruslah berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mendorong perekonomian kerakyatan dengan prinsip dasar saling menguntungkan antara dunia usaha dan Pemerintah Daerah, jelas Hajam. Sapaan Akrabnya

Sementara itu, Kepala BKPM Propinsi NTB L.Bayu Windia dalam sambutannya sempat menyinggung masalah produksi daging yang di proses di RPH poto tano yang bisa menembus Bali. Ini disampaikan sebagai penglamannya memantau geliat investasi khususnya industry ternak, ia menyampaikan bahwa betapa sulitnya produksi hewan ternak dapat menembus pasar Bali, dan KSB dapat melakukan itu. “Kabupaten lain harus belajar ke KSB”, ungkap Bayu. Sementara itu ia juga menyinggung beberapa investasi yang ada di KSB seperti PT.BHJ, PT. NOV, PT.ISL, dan PT.Sumbawa Agro. Dari beberapa investasi yang ada tersebut Bayu menekankan bahwa memang kendala utama yang kita hadapi adalah ifrastruktur. Disamping itu juga yang paling penting adalah connectivity. Ini dapat kita lihat contoh pada invetasi pariwisata. Bayu menyebutkan, bahwa para touris tidak boleh menghabiskan waktunya melebihi 2 jam dalam perjalanan, karena ini sangat membosankan. Maka dalam kondisi tersebut, transportasi dan infrastruktur jalan haruslah memberi kenyaman kepada para touris yang hendak datang berkunjung. Dan kabupaten Sumbawa Barat tentunya sudah memulai hal tersebut, tinggal bagaimana kedepannya ini terus diperkuat dan ditingkatkan lagi, ungkap bayu.

Kegiatan, dibuka oleh Bupati Sumbawa Barat DR.KH Zulkifli Muhadli SH.,MM dan dilanjutkan dengan worskshop. Pada sesi pertama materi workshop disampaikan oleh beberapa Panelis yaitu DR.H.Amry Rahman M.Si, Bayu Windia, dan dipandu oleh Drs. Hajamuddin.

Alamat Kami

  • Jln.Bung Karno Kompleks KTC Taliwang - Sumbawa Barat NTB
  • 84355
  • (0372) 8281831
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • BPMPPTKSB

Konsol Debug Joomla!

Sesi

Informasi Profil

Penggunaan Memori

Database Queries