PT.NOP Suplay Rumah Knock Down Mulai Bulan Mei

Operasional PT NOP yang mengelolah Pulau Passerang saat ini sudah mulai menunjukkan beberapa aktifitas dilapangan. Perusahaan yang sempat dipertanyakan komitmennya tersebut rencananya mulai bulan mei akan mulai melakukan pengangkutan rumah knock down yang akan ditempatkan di pulau passerrang. Rumah knock down atau rumah yang dapat dibongkar pasang tersebut akan menjadi cottage (penginapan) di kawasan wisata tersebut dan menjadi lokasi penginapan sekelas hotel bintang lima.

Dijumpai media sesaat setelah melakukan rapat koordinasi antara SKPD terkait pengelolaan pariwisata di Pulau Passerang dengan manajement PT NOP kamis 20/03 di ruang rapat BPM-PT, Tendri Wiwik atas nama direksi menjelaskan bahwa saat ini pihak manajemen sedang melakukan penuntasan administrasi terkait perijinan pengelolaan Pulau Passerang tersebut dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Izin yang saat ini sedang di upayakan adalah Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan (IUPJL). Untuk administrasi lain-lainnya sudah tidak ada masalah, dan kami bersyukur Pemerintah KSB sepenuh hati mau mempercepat segala bentuk administrasi agar operasional dilapangan dapat segera dituntaskan.

Terkait operasional selanjutnya PT.NOP, tendri panggilan akrabnya menerangkan bahwa saat ini manajemen telah memesan sebanyak 90 rumah knock down yang natinya akan ditempatkan sebagai cottage di Pulau Passerang. Targetnya rumah knock down ini akan tuntas pengadaannya dilokasi pada akhir 2014. Terkait proses pengadaan rumah knock down, tendri menerangkan bahwa ini butuh proses yang cukup lama, karena barangnya kami pesan dari pulau jawa. Proses pengangkutannya juga harus setahap demi setahap, karena harus mempertim bangkan besarnya muatan per sekali kirim, berapa armada yang bisa jalan dan jadwal ekspedisinya harus kami atur secara baik agar barang ini harus sampai di tempat secepatnya.

Sementara itu Kepala BPM-PT Drs. Hajamuddin,MM menerangkan bahwa sampai saat ini Pemkab. Sumbawa Barat tetap selalu berusaha memfasilitasi segala hal yang menjadi kebutuhan PT.NOP untuk berinvestasi di Pulau Passerang. Terkait dengan polemic yang beredar di masyarakat terkait tumpang tindih keberadaan PT.NOP dan PT.ISL, Hajam sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pengelolaan Gili Balu oleh PT.ISL di kecualikan Pulau Passerang yang termasuk dalam gugusan Gili balu tersebut. “Hasil revisi terakhir perjanjian kerjasama manajemen perencanaan, yang dihadiri oleh pihak PT. NOP dan PT. ISL yang menyatakan bahwa pengelolaan Gili Balu oleh PT.ISL tidak termasuk Pulau Passerang”. Jadi PT.NOP dapat menjalankan usahanya tanpa harus tumpang tindih izin operasional dengan PT. ISL.

Di jelaskan Hajam juga, bahwa saat ini ada beberapa persyaratan administrasi yang harus segera dituntaskan. Dan sambilan proses dilapangan berjalan, kelengkapan administrasinya kita semua berkoordinasi dengan SKPD terkait agar segera dituntaskan.” Kami juga berharap kepada PT.NOP untuk dapat membangun komunikasi, koordinasi secara intens dengan lintas SKPD terkait berbagai hal yang belum dituntaskan, dan diharapkan kepada pihak perusahaan untuk mau terbuka dan memberikan ruang kepada pihak Pemerintah, baik Pemerintah Desa, Kecamatan dan SKPD untuk melakukan pemantauan dan pengawasan dilapangan. Ini sebagai upaya untuk membangun keselarasan dalam mewujudkan investasi pariwisata di Pulau Passerang, dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat, ungkap Hajam

Alamat Kami

  • Jln.Bung Karno Kompleks KTC Taliwang - Sumbawa Barat NTB
  • 84355
  • (0372) 8281831
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • BPMPPTKSB

Konsol Debug Joomla!

Sesi

Informasi Profil

Penggunaan Memori

Database Queries