WORKSHOP PENGUATAN KOORDINASI DAN KERJASAMA PENANAMAN MODAL

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu pada tanggal 30 Agustus 2017 telah mengadakan acara “Workshop Penguatan Koordinasi dan Kerjasama Penanaman Modal”. Peserta workshop berasal dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM), Koperasi, Instansi pemerintah dan stake holder yang berkepentingan.

 

Pembukaan Workshop Secara Resmi Oleh Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M

Tema yang diangkat pada acara workshop tersebut antara lain:Menjaga Kualitas Etika Pelayanan Publik Pada Pelayanan Perizinan dan PTSP” disampaikan oleh Yudi Darmadi, SE dari Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Barat, dalam penyampaiannya Yudi Darmadi menyebutkan bahwa Ombudsman memiliki beberapa tugas yang berhubungan dengan pengawasan dan pencegahan maladministrasi dalam pelayanan publik, tugas-tugas tersebut meliputi :

a.       Menerima laporan atas dugaan Maladministrasi dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik

b.      Melakukan pemeriksaan subtansi atas Laporan

c.       Menindak lanjuti Laporan yang tercakup dalam ruang lingkup kewenangan ombudsman

d.      Melakukan investigasi atas prakarsa sendiri terhadap dugaan Maladministrasi dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik

e.       Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan lembaga Negara atau lembaga pemerintahan lainnya serta lembaga kemasyarakatan dan perseorangan

f.       Membangun jaringan kerja

g.      Melakukan upaya pencegahan Maladministrasi dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik dan

h.      Melakukan tugas kain yang diberikan oleh Undang-Undang.

Untuk melihat paparan lengkap dari Ombudsman dapat dilihat lampiran 1.

Optimalisasi pemberantasan pungli di Kabupaten Sumbawa Barat dan pembahasan rencana aksi satgas saber pungli” oleh I Nengah Martawan, S.Sos dari Polres Sumbawa Barat paparan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2.

Potensi Sumber Daya Wilayah  dan Peluang Investasi di Kabupaten Sumbawa Barat oleh Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si Plh. Sekretaris Daerah Sumbawa Barat, dalam paparannya disampaikan kondisi perekonomian di wilayah Sumbawa Barat sebagai berikut :

1.    PDRB KSB Termasuk Subsektor Tambang Nonmigas ADHB (harga pasar) lima tahun terakhir meningkat rata-rata 2,62 % per tahun, dan PDRB ADHK tahun 2010 (harga tanpa pengaruh inflasi) meningkat rata-rata 23,66 % per tahun. 

2.    PDRB KSB Tidak Termasuk Subsektor Tambang Nonmigas ADHB lima tahun terakhir meningkat rata-rata 4,51% per tahun, dan PDRB ADHK meningkat rata-rata 10,09 % per tahun. Angka tersebut menunjukkan rata-rata laju pertumbuhan ekonomi riel KSB tahun 2012-2016.  

3.     Struktur ekonomi KSB Termasuk Subsektor Tambang Nonmigas: didominasi oleh kontribusi sektor pertambangan/penggalian terhadap PDRB “sangat besar” yaitu: ADHB rata-rata 79,61 % per tahun dan ADHK rata-rata 83,44  % per tahun; sedangkan kontribusi 16 sektor ekonomi lainnya terhadap PDRB “sangat kecil” yaitu: ADHB rata-rata 20,39 % dan ADHK rata-rata 16,56 % per tahun, semua kontribusi ini dapat dinikmati secara langusng oleh masyarakat KSB.

4.     PDRB KSB Termasuk Subsektor Tambang Nonmigas ADHB (harga pasar) lima tahun terakhir meningkat rata-rata 2,62 % per tahun, dan PDRB ADHK tahun 2010 (harga tanpa pengaruh inflasi) meningkat rata-rata 23,66 % per tahun. 

5.    PDRB KSB Tidak Termasuk Subsektor Tambang Nonmigas ADHB lima tahun terakhir meningkat rata-rata 4,51% per tahun, dan PDRB ADHK meningkat rata-rata 10,09 % per tahun. Angka tersebut menunjukkan rata-rata laju pertumbuhan ekonomi riel KSB tahun 2012-2016.  

6.     Struktur ekonomi KSB Termasuk Subsektor Tambang Nonmigas: didominasi oleh kontribusi sektor pertambangan/penggalian terhadap PDRB “sangat besar” yaitu: ADHB rata-rata 79,61 % per tahun dan ADHK rata-rata 83,44  % per tahun; sedangkan kontribusi 16 sektor ekonomi lainnya terhadap PDRB “sangat kecil” yaitu: ADHB rata-rata 20,39 % dan ADHK rata-rata 16,56 % per tahun, semua kontribusi ini dapat dinikmati secara langusng oleh masyarakat KSB.

7.    Perkembangan PDRB per kapita KSB tidak termasuk subsektor tambang  nonmigas tahun 2012-2016, baik ADHB maupun ADHK terus mengalami peningkatan, dengan laju peningkatan sebesar 6,50 % per tahun ADHB dan sebesar 1,94 % per tahun ADHK. 

8.    Nilai PDRB per kapita ADHB maupun ADHK tidak termasuk subsektor tambang nonmigas tersebut relatif kecil (misalnya: ADHB tahun 2016 sebesar Rp 24.798.314 atau Rp  2.066.526 per kapita per bulan atau ADHK tahun 2016 sebesar Rp 19.264.807 atau Rp 1.605.401 per kapita per bulan), namun nilai rata-rata tersebut sudah berada di atas garis kemiskinan menurut kriteria Bank Dunia (World Bank) sebesar 60 US$ per kapita per bulan atau setara dengan Rp 840.000 per kapita per bulan.

Selengkapnya informasi tentang Potensi Sumber Daya Wilayah  dan Peluang Investasi di Kabupaten Sumbawa Barat tersebut bisa dilihat pada lampiran 3.

Dalam acara tersebut dilakukan pula penandatanganan maklumat pelayanan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  dan Penandatanganan kerjasama PT. Sumber Alfaria Trijaya. Tbk dengan UMKM.

Penandatanganan Maklumat Pelayanan Oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP

Penandatanganan Kerjasama PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk dengan UMKM

Lampiran :
Download this file (POTENSIPELUANGINVESTASI.pdf)lampiran 37233 kB
Download this file (Saberpungli.pdf)lampiran 26899 kB
Download this file (Yanlik.pdf)lampiran 11984 kB

Alamat Kami

  • Jln.Bung Karno Kompleks KTC Taliwang - Sumbawa Barat NTB
  • 84355
  • (0372) 8281831
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • BPMPPTKSB

Konsol Debug Joomla!

Sesi

Informasi Profil

Penggunaan Memori

Database Queries